Bendungan Batutegi Lampung, Sang Raja Asia Tenggara

Hamparan keindahan dengan udara segar yang bertiup, seakan sejenak untuk berfikir tenang, karena penat yang selalu datang, yap hari itu rabu tepatnya di tempat biasa melepas penat di tempat untuk tertawa dan mengobrol bersama teman-teman, tempat nongkrong pastinya, malam itu rencana tersusun akan kemana besok, jawabannya ialah rasa penasaran saya, dengan Bendungan batutegi Lampung yang katanya tempatnya indah, yang kata orang bendungan terbesar di Asia Tenggara.



Rasa penasaran akhirnya mulai berontak, seperti ingin membuktikan iya tidak sih?? benar tidak?? ah mungkin hanya di buat-buat saja, agar rasa penasaran makin semangat, hari mulai berganti, rasa penasaran itu seakan ingin menjawab , yap benar saja besok harinya kami pun berangkat. sebenarnya tidak hanya karena kemarin sih saya jadi benar-benar ingin kesana, tapi memang waktunya tepat, dari dulu emang mau membuktikan kebenaran dari cerita-cerita orang.

baca juga Wisata Pantai Sari Ringgung Yang Mempesona

Bendungan ini jaraknya 78 km dari Kota Bandar Lampung, dengan jarak tempuh 2 jam 16 menit, karena saya sendiri dari Metro, jadi perkiraan jarak 99,1 km dengan menggunakan kendaraan pribadi, khususnya memakan waktu 2 jam 57 menit, bendungan batutegi letaknya di hutan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Lampung dengan akses jalan yang begitu mulus, anda yang datang kesini pasti tidak akan merasa kesulitan dengan jalan aspal hotmix sepanjang jalan, menjadikan Wisata Batutegi mudah di akses.

Sedikit sejarah bendungan Batutegi Lampung ini, pada waktu memulai pembangunannya tahun 1995, dengan biaya yang di gunakan untuk membangun bendungan Batutegi Lampung sendiri, diperoleh dari dana Pemerintah pusat pada waktu itu, selain dari pemerintah pusat, bendungan ini juga memperoleh pinjaman uang dari Japan Bank for International Cooperation, untuk pembangunannya selain menggunakan konsultan dari dalam negeri Kadenus, pemerintah juga menggunakan konsultan dari luar Negeri yaitu PRC Engineering dari Amerika, Sinotech dari Taiwan.

Ternyata di balik indahnya bendungan Batutegi Tanggamus Lampung, tersimpan cerita seram yaitu pada tahun 1998, bendungan ini sempat memakan 13 korban jiwa yang meninggal pada saat kejadian, mereka tewas disebabkan tertimpa oleh mesin pengecor semen, pada saat membangun salah satu terowongan pembuangan air, dan untuk memperingati nya, di bendungan Batutegi terdapat tugu monumen peringatan yang berisi ke 13 korban jiwa tersebut , dan pada akhirnya bendungan terbesar se asia tenggara ini diresmikan pada tanggal 8 maret 2004, oleh Presiden ibu Megawati Sukarno putri



Untuk masuk ke bendungan Batutegi Lampung, pengunjung di kenai harga tiket masuk bendungan ini sebesar Rp 2000 nominal yang tidak terlalu besar bukan, setelah itu pengunjung bisa memilih dua lokasi yang bisa di datangi, pertama adalah bagian dalam bendungan dan yang ke dua ialah dermaga bendungan yang sering disebut Jetty.


Lanjut tentang keindahan bendungan di Tanggamus Lampung ini, tampaknya tidak usah di ragu kan lagi, dengan 2 bukit yang seolah terbelah oleh hamparan air, laksana danau yang luas seolah memanjakan mata kita, namun sayang pada siang hari di area bendungan ini sangat panas, namun anda tidak usah khawatir, karena di sini di sediakan tempat berteduh sambil menikmati jajanan, karena di sini banyak yang menjual makanan ringan, untuk pengunjung yang datang ke wisata bendungan Batutegi ini, jika anda membutuhkan toilet, di sini pun disediakan toilet umum dengan hanya membayar uang kebersihan sebesar Rp. 2000 saja.

baca juga Air Terjun Curup Ciupang Padang Cermin Pasawaran, Surga Yang Tersembunyi

Menariknya, selain untuk tempat wisata bendungan Batutegi ini juga berfungsi sebagai pembangkit listrik PLN dan juga sebagai bahan baku air minum kota Bandar Lampung, Metro juga daerah Beranti lampung selatan.

ayo deh!... bagi anda yang ingin berkunjung ke sini, di jamin puas dengan segala keindahan alamnya, yuk ke bendungan Batutegi Lampung!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bendungan Batutegi Lampung, Sang Raja Asia Tenggara "

Posting Komentar